Habib Zakaria Bahasyim Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Landasan Ulin Utara

 

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Landasan Ulin Utara

PORTALBANUA.COM, LIANG ANGGANG - Sosialisasi MPR RI Kembali digelar di Kalimantan Selatan (Kalsel) oleh senator utusan daerah, Habib Zakaria Bahasyim. Kali ini, sosialisasi Empat Pilar MPR RI menghadirkan masyarakat Kurnia, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, dan berlangsung dalam suasana tertib serta penuh antusiasme, pada Sabtu, 4 April 2026. 

Baca Juga: BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh Indonesia

 

Ratusan warga tampak memadati lokasi kegiatan sejak awal acara. Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap pentingnya pemahaman nilai-nilai kebangsaan.

Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat juga terlihat hadir, memberikan dukungan moral terhadap terselenggaranya kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI tersebut.

Dalam kesempatan itu, Habib Zakaria Bahasyim menyampaikan penjelasan singkat mengenai Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika. 

Baca Juga: BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh Indonesia 

“Nilai-nilai tersebut harus dipahami tidak hanya sebagai konsep, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari guna menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat,” harap Habib Zakaria.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diikuti secara aktif oleh para peserta. Salah satu pertanyaan yang mengemuka berkaitan dengan implementasi Empat Pilar dalam realitas masyarakat yang sangat majemuk. 

Baca Juga: BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh Indonesia 

Merespon hal itu, Habib Zakaria menyebut kunci utama penerapan Empat Pilar terletak pada sikap saling menghormati, dialog yang terbuka, serta komitmen Bersama. “Ya untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” imbuhnya. (tim/ril)

 

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak