Menjadi Bapak Asuh Anak Stunting untuk 23 Penderita

Program Bapak Asuh Anak Stunting (foto:platform)

 

portalbanua.com - BANJARMASIN

Bank Kalsel Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), menjadi Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) untuk membantu 23 anak stunting di daerah tersebut.

Sekretaris Badan Perwakilan BKKBN Kalsel, dr Lasma Uli Lumbantoruan, mengharapkan semakin banyak Pemangku Kepentingan yang mengikuti program BAAS, nantinya dapat mempercepat Penurunan Stunting di Kalimantan Selatan.

Berdasarkan data dari Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga  Berencana Nasional (BKKBN) Kalsel, sebagian besar perusahaan di kabupaten dan kota di provinsi ini telah menjadi BAAS, sebagai upaya mendukung program pemerintah untuk melakukan intervensi terhadap anak yang mengalami stunting.

BACA JUGA: Pantai Gumuk Kancil Banyuwangi Akan Dilengkapi 4 Tempat Ibadah

Khusus di Kabupaten HSS, selain Bank Kalsel, beberapa perusahaan lainnya, juga terlibat dalam menekan angka stunting di daerah tersebut dengan menjadi BAAS adalah PT Antang Gunung Meratus (AGM) dengan jumlah anak asuh sebanyak 41 orang, PT SAM sebanyak sembilan orang.

Selanjutnya PT SLS satu orang, BRI sebanyak enam orang, Baznas sebanyak 13 orang dan RS Ceria sebanyak lima orang.

Beberapa bantuan yang diberikan antara lain, adalah sembako, susu untuk balita stunting dan susu khusus bagi ibu hamil yang terancam berisiko melahirkan anak stunting.

Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) adalah platform keterlibatan pemangku kepentingan secara terstruktur dan terukur dalam mempercepat penurunan stunting yang menyasar langsung kepada kelompok sasaran.

BACA JUGA: KPU Kalsel Gandeng Mahasiswa Gelar Sosialisasi Pemilu Tahun 2024

BAAS bisa dilakukan oleh orang perseorangan, masyarakat, akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, media massa, organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan mitra pembangunan, yang terkait dengan upaya percepatan penurunan stunting.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel Diauddin menuturkan program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) mampu menurunkan angka stunting di provinsi tersebut.

“Program Bapak Asuh Anak tersebut melibatkan berbagai unsur dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, serta perusahaan pemerintah maupun swasta,” ucap Diauddin.

BACA JUGA: HaKa Dibentuk di Kalsel untuk Jaga Kelancaran IKN dan Daerah

Diauddin juga memaparkan Pemprov Kalsel dapat menekan jumlah stunting dari 30 persen pada 2021 menjadi 24,6 persen atau turun 5,4 persen selama 2022 berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SGGI).

“Berbagai upaya pengendalian terus dilakukan oleh Pemprov Kalsel bersama seluruh elemen pemerintah, swasta dan masyarakat agar tercapai harapan target nasional 14 persen pada  2024,” imbuhnya. (adh/brt/tim)

 

0 Komentar