Daerah Pelosok di Kalsel Masih Minim SMA*Disdikbud Lakukan Kajian Ketersediaan Tenaga Pengajar

Daerah Pelosok di Kalsel Masih Minim SMA

*Disdikbud Lakukan Kajian Ketersediaan Tenaga Pengajar


Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel Nor Fajri.

Banjarmasin, PORTALBANUA.COM- Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Nor Fajri, SE menyoroti minimnya keberadaan Sekolah Menengah Atas (SMA) di daerah pelosok tertentu di sejumlah kabupaten di Kalsel, salah satunya di Kabupaten Banjar.

Padahal keberadaan SMA itu penting bagi para pelajar lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk melanjutkan sekolah.

Sorotan itu disampaikan politisi Gerindra ini saat Rapat Evaluasi Program Kerja bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel di Banjarmasin, Rabu (1/4/2026).

“Dinas Pendidikan Kalsel agar mengkaji hal ini untuk bisa mempertimbangkan membangun SMA di wilayah pelosok yang belum ada,” pinta Nor Fajri

Dikesempatan itu Fajri menyebutkan salah satunya di kawasan Martapura Lama dan Sungai Tabuk di wilayah Kabupaten Banjar.

“Warga masyarakat di dua kawasan itu cukup jauh untuk bisa bersekolah di SMA,” sebutnya.

Karena itu Fajri meminta kepada Kepala Disdikbud Kalsel H Abdul Rohim, S.Sos, M.Pd agar instansi membidangi pendidikan ini melakukan kajian, apakah layak dibangun SMA baru di kawasan tersebut, mengingat masih banyak lulusan SMP di pelosok yang kesulitan bersekolah ke jenjang SMA.

Kadisdikbud Kalsel Abdul Rohim menyatakan pihaknya merespon positif usulan anggota Komisi IV DPRD Kalsel untuk menambah SMA baru di daerah pelosok yang membutuhkan, namun untuk pembangunan SMA baru itu juga harus ada kesiapan dan ketersediaan tenaga pendidik.

Kami masih melakukan kajian terutama ketersediaan tenaga pendidik atau guru,” ujar Rohim.

Ia beralasan meski pihaknya sepakat untuk menambah SMA baru jika memang ada kebutuhan, namun jangan sampai sekolahnya dibangun, tapi tidak ada tenaga pengajarnya, imbasnya proses belajar terhambat.

Selain melakukan kajian, imbuhnya, pihaknya kedepan juga akan melakukan pemetaan kembali terkait kebutuhan sekolah sekaligus tenaga pendidik secara lebih komprehensif, agar kebijakan pembangunan pendidikan dapat berjalan selaras dan tepat sasaran.

Sophan Sopiandi

adh(tim)



Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak